Pasalnya, mereka para penyembah thogut ini mengclaim telah berbai'at pada Presiden "SBY".
Subhanallah astaghfirullah, dengan forum yang bernama Forum Ruju' Ilal Haq (FRIH) ini mereka mengajak orang-orang awwam, mendoktrin orang-orang awwam dengan iming-iming dien (agama) yang benar adalah menurut pemahaman mereka bukan menurut pemahaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam khususnya dalam hal bai'at yang wajib di bai'at adalah Presiden bukan Amirul Mu'minin.
Pemahaman ini adalah pemahaman bathil (batal) terlaknat oleh Allah dan RosulNya.
Disamping mereka mengingkari RosulNya juga mereka telah keluar dari dien (agama) karena mengajak umat berdusta dan menolak ajaran yang telah dibawah oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beserta para sahabat-sahabatnya.
Banyak hadits sahih yang menjelaskan bahawa seseorang sah sebagai Khalifah (Amirul Mu'minin) jika diangkat melalui proses Bai'at bukan dengan cara PEMILU 5 Tahunan. Para sahabat pun melakukan hal yang sama. Tidak pernah seseorang menjadi Khalifah (Amirul Mu'minin) tanpa di bai'at. Abu Bakar menjadi Khalifah bukan hasil musyawarah memutuskan beliau sebagai Khalifah, tetapi setelah beliau di bai'at di Saqifah. Umar menjadi Khalifah (Amirul Mu'minin) bukan setelah pengumuman Abu Bakar tentang hasil musyawarah kaum Muslim, melainkan setelah beliau di bai'at.
Demikian juga dengan Utsman dan Ali. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahawa bai'at merupakan satu-satunya cara tetap (thariqah) pengangkatan Khalifah/Amirul Mu'minin bukan pengangkatan Presiden.
Dengan claim dan dusta para penyembah thogut FRIH ini, sudah terang dan jelaslah bahwa mereka adalah para pendusta-pendusta dien (agama) yang pintar memelintir ayat-ayat Allah ta'ala
NB: INGAT !!! SBY tidak pernah menyatakan bahwa NKRI ini adalah negara ISLAM dan NKRI ini adalah Negara yang berasaskan Pancasila yang berbentuk Negara Republik
Wallahu 'alam
+ komentar + 13 komentar
Saudaraku presiden bukanlah khalifah/amir kaum muslimin, simaklah perbedaan keduanya:
Presiden (Latin: prae-sebelum dan sedere-menduduki) adalah suatu nama jabatan yang digunakan untuk pimpinan suatu organisasi, perusahaan, perguruan tinggi, atau negara. Pada awalnya, istilah ini dipergunakan untuk seseorang yang memimpin suatu acara atau rapat (ketua); tapi kemudian secara umum berkembang menjadi istilah untuk seseorang yang memiliki kekuasaan eksekutif. Lebih spesifiknya, istilah "Presiden" terutama dipergunakan untuk kepala negara suatu republik, baik dipilih secara langsung, ataupun tak langsung.
Khalifah (Arab:خليفة Khalīfah) adalah gelar yang diberikan untuk pemimpin umat Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW (570–632). Khalifah juga sering disebut sebagai Amīr al-Mu'minīn (أمير المؤمنين) atau "pemimpin orang yang beriman", atau "pemimpin orang-orang mukmin", yang kadang-kadang disingkat menjadi "amir".
Para salafy salah kaprah dalam memahami fatwa Syeh Muhamad bin Abd Wahab
Dimana mereka para salafy mengutip fatwa Syeh Muhamad bin Abd Wahab tanpa manqul shg pemahaman nya berubah.
Fatwa tsb keluar setelah jamaah wahabi sukses merebut Nejd th 1750, sementara rakyat Nejd sebagiannya pendukung Khalifah Turki Usmani, utk mengendalikan warga tsb agar tak berontak thd Imam wahabi yg baru berkuasa maka keluarlah fatwa tsb agar semua rakyat Nejd tunduk pada Amir wahabi yg baru berkuasa.
LHA INI IMAM ANTUM SALAFY YA !!!
http://www.youtube.com/watch?v=6T6oG_lZSnM
gak ada bedanya sama salafi yang ber amirkan presiden... wong JOKAM juga tunduk dan patuh sama presiden(thogut)krn ijtihad keimaman?? walaupun punya amir... tapi secara gak langsung jokam itu beramir sama presiden... berhukum dengan UUD bukan dengan HUDUD Alloh... trus masih koar2 kalo khalifah pertama?? wong HUDUD aj belum tegak... py iki yooo??
Menjadilah warga negara yang baik
Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang sesungguhnya dalam kedudukan mereka sebagai rakyat / warga negara akan tunduk dan patuh kepada pemerintah yang sah di mana saja mereka berda, dengan kata lain mereka akan menjadi warga Negara yang baik. Sebab mereka memisahkan antara urusan agama dengan urusan dunia.
sumber: http://cahaya-salaf.blogspot.com/2011/01/menjadi-warga-negara-yang-baik.html
gendeng kon iku
LDII di WAJIB kan untuk patuh pada pemerintahan yang sah,.... untuk keutuhan NKRI, toh LDII hanya ngajar agama ISLAM yang bener, GA PERNAH NIAT membuat NEGARA sendiri, NEGARA itu urusan DUNIA, AGAMA adalah URUSAN Akhirat,.... ngapain NGEJAR sesuatu yang cuma SESAAT
Jikalu Kita mengatakan bahwa Presiden dan pemerintahan Indonesia adalah Thogut,karena tidak berhukum dengan hukum ALLOH.
artinya Ijtihad Bapak Imam memerintahkan Untuk Tunduk dan Patuh terhadap Toghut????
http://www.youtube.com/watch?v=V_cylerVqvE
http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/07/08/25770/muhammadiyah-pemerintah-bukan-ulil-amri-yang-ditaati-karena-korupsi/#sthash.gGRVcv4n.dpbs
Woii Jamaah,,, debat mulu sih. Udah deeeh stop aja, toh ngga guna juga buat keyakinan kita dan keyakinan mereka. Mereka ya akan tetap seperti itu,,, mengolok, memfitnah, mencaci,,, sudah kerjaan merekalah itu. Apa para jamaah mau disamain dengan mereka. Enggak kan? So, tinggalkanlah,,,,,,,,,,,,,,AJKK
http://www.lasdipo.com/editorial/2014/05/25/sby-indonesia-adalah-negara-sekuler-bukan-negara-islam.html
Konsep keimaman yang ngawur dan rancu sehingga imamnya di bithonahkan...
Tentunya urusan agama dan dunia beda mas , bapak imam menuntun kita seperti itu karena sadar atau tidak sadar oknum pemerintah indo bukan dominan semuanya menistai hukum tapi mrk salah karena ikut sistem, mrk tidak tahu makanya mrk seperti itu nah karena ketidak tahuan akan agama mungkin nanti akan menimbulkan kesalahpahaman atau yg lebih fatal pemboikotan makanya jamaah yg sudah tau hukum sudah tau apa itu negara ,presiden ,daulah ,khilafah dll kita supaya bisa membawa diri sendiri pada kebaikan agama kita bukan pura" bodoh, " kalau allah tuhan mana bukti siksanya " inikan bodoh namanya mas, tau tapi sengaja tidak tau ,mrk tau bapak" mrk dulu disiksa tapi pura" tidak tau.
Posting Komentar
Jazaakumullahu Khoiron Atas Komentarnya